JAYAPURA, 8 Agustus 2025 – Bertempat di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih, Program Studi Magister Pendidikan Matematika sukses menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Baru. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen prodi untuk terus menghadirkan sistem pendidikan yang dinamis, relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap membumi dengan potensi daerah.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FKIP UNCEN, Servo P. Kocu, Ph.D. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas rekonstruksi kurikulum yang dilakukan oleh prodi. Wakil Dekan menegaskan bahwa kurikulum baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing tinggi.
“Kurikulum adalah fondasi dari mutu lulusan kita. Melalui sosialisasi ini, kita ingin memastikan bahwa arah akademis yang ditempuh Magister Pendidikan Matematika FKIP UNCEN benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil dunia pendidikan saat ini, khususnya di tanah Papua,” ungkap beliau.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Happy Lumbantobing, M.Si. mengupas secara mendalam rancangan kurikulum Magister Pendidikan Matematika yang kini resmi berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum ini menitikberatkan pada ketercapaian kompetensi nyata lulusan yang mencakup aspek pedagogik, profesional, sosial, kepribadian, serta ketajaman riset dan inovasi.
Dalam paparannya, Prof. Happy membedah 5 (lima) rumusan utama yang menjadi pilar kurikulum baru ini:
-
Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Berfokus pada apa yang bisa dilakukan dan dihasilkan oleh mahasiswa setelah lulus, bukan sekadar apa yang diajarkan di kelas.
-
Mengintegrasikan HOTS secara Eksplisit: Kurikulum dirancang untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) mahasiswa guna menghadapi tantangan abad ke-21.
-
Memperkuat Research-Based Curriculum: Mendorong kurikulum yang berbasis pada riset, di mana proses pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata di lapangan.
-
Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Teknologi: Mengintegrasikan pendekatan digital dan teknologi modern ke dalam metode pengajaran matematika.
-
Mengintegrasikan Konteks Budaya Papua: Menjadikan kearifan dan budaya lokal Papua sebagai konteks pembelajaran yang kuat, sehingga matematika menjadi lebih bermakna dan kontekstual bagi masyarakat.
Melalui penerapan kurikulum baru yang komprehensif ini, lulusan Magister Pendidikan Matematika FKIP UNCEN diharapkan tidak hanya unggul di menara gading akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi konkret dan nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika, baik di wilayah Papua maupun di tingkat nasional.
Kegiatan sosialisasi ini berjalan interaktif dengan adanya sesi diskusi bersama para dosen, praktisi, dan perwakilan mahasiswa guna memantapkan implementasi kurikulum di masa perkuliahan mendatang.






